Lagenaria Siceraria

0
499 views

Oleh : Husnizar Hood

Tadinya judul tulisan ini adalah “Labu Air” kalau dalam bahasa orang putihnya atau bahasa Inggrisnya adalah “Vegetable Marrow”, supaya terdengar hebat dan nampak cerdas saya gunakan judul tulisan ini dalam bahasa latinnya, walhasil labu air itu adalah “Lagenaria Siceraria”, sedap terdengarnya bukan?

Itu siasat namanya, biar diakui orang pandai, kalau jadi orang pandai jadi orang terpandang kalau jadi orang terpandang banyak dipercaya orang, konon. Nah itulah orang yang disebut labu air istilah untuk orang yang banyak cakap tapi kerja dan hasilnya tak dapat diharap.

Pernah dengar istilah itu? Di kampung saya masih digunakan sampai sekarang, “Ah, labu air juga budak tu”, pekik bang Budin sekali waktu menyebut ada seorang kawan yang kalau di kedai kopi bukan main lagi bualnya tapi ketika kopi kandas dan tagihan datang dia mulai bergegas pura-pura ke belakang.

Saya tak tau kenapa istilah labu air yang digunakan terkadang kesian juga dengan nasib buah atau sayuran yang satu itu, yang kalau kalau ditumis katanya sedap, saya pikir si labu air itu tak tau menau dia dijadikan perumpamaan tak baik, apakah karena kalau buah itu sudah tua diketuk kulitnya bunyinya terdengar kosong atau kalau dibuka hanya terlihat putih melompong.

Kalau tentang labu air yang sebenarnya mungkin kita semua sudah tau, buah atau sayuran hijau itu berbentuk bulat panjang dan terlihat seksi kalau dipandang-pandang.

Apakah orang yang yang bagai labu air itu terlihat seksi juga? He he he…entah kenapa di zaman banyak berita bohong berterbangan dimana-mana sekarang ini semakin banyak pula orang yang percaya dan sibuk mencari-cari. Percaya dengan fitnah keji.

“Berita labu air, kena bengak, bual aja, temberang dia, jual koyok, diborak, anginlah…”, Saya kira, walaupun belum dihitung secara serius dan benar oleh saya atau Bang Budin, saya pikir dalam bahasa keseharian orang Melayu paling banyak ditemukan istilah yang sama maknanya atau mendekati Labu Air itu. Asiknga orang yang kena labu air tak marah dengan sungguh-sungguh paling hanya sekedar risau dan besok sudah kembali bergurau.

Kita memang senang bergurau dan saya pikir gurau adalah silaturahmi tingkat tinggi yang tak banyak bisa dilakukan orang hanya kita tak mau juga setiap hari kita hanya disuguhkan labu air, ya labu air yang seperti dikatakan Bang Budin itu.

Artikel SebelumNikmatnya Sambal Belacan  #1
Artikel BerikutTradisi Persuratan Melayu Tanjungpinang-Johor
HUSNIZAR HOOD, 49 tahun. Orang Tanjungpinang Kepulauan Riau. Sangat menyukai seni, terutama sastra. Beberapa buku puisinya Kalau - Tiga Racik Sajak dan Tarian Orang Lagoi. Tahun 2004 menerima Anugerah Sagang kategori seniman serantau. Tahun 2016, Husnizar menjadi seniman perdana yang menerima anugerah jembia emas. Puisinya Dongeng Pasir digubah menjadi sinema layar kaya. Hobinya menjadi politisi, pekerjaannya seniman. Sebab itu, Husnizar menggagas banyak even kesenian di Kepulauan Riau. Semakin Miang Semakin Disayang adalah buku kelima yang menghimpun tulisannya di kolom Temberang, Batam Pos. Selama dua belas tahun itu, sudah menjadi empat buku terdahulu. Orang Melayu cuma Pandai Bercerita, Mahmud Jadi Dua, Lebih Baik Mati Berdiri daripada Hidup Berlutut, dan Mahmud is Back. Sejak 2006 menjadi Ketua Dewan Kesenian Provinsi Kepulauan Riau “menyambi” jadi Wakil Ketua II DPRD Kepulauan Riau. Husnizar meyakini, kebudayaan itu hal yang harus diperjuangkan, politik itu cara memperjuangkannya.

Tinggalkan Balasan