JANTUNGMELAYU-Dua destinasi wisata bersejarah di Kota Tanjungpinang, yakni Pulau penyengat dan Kota Rebah menjadi fokus utama pengembangan objek wisata pada tahun 2017. Tak tanggung-tanggung, Pemko Tanjungpinang menggelontorkan dana sebesar Rp 20 Miliar.

Demikian diungkapkan Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah. Dia menjamin, kegiatan pengembangan pariwisata ini tidak merubah warisan dan nilai-nilai budaya yang ada.

“Pulau Penyengat dan Kota Rebah harus dipertahankan dan dilestarikan selalu, jangan sampai generasi muda tidak mengerti peninggalan warisan budaya daerahnya sendiri,” katanya.

Kota Rebah sempat menjadi objek wisata populer di Kota Tanjungpinang. Berada tidak jauh dari Jembatan Engku Putri di Jalan Daeng Celak Tanjungpinang. Letaknya persis di pinggir Sungai Carang. Bisa dijangkau dengan mudah melalui jalan setapak sekitar 50 meter dari Jembatan Engku Putri. Cukup mengikuti alur jalan tersebut, kita akan tiba di pintu masuknya.

Namun sayang, kejayaan tersebut memudar karena tidak terawat dan tidak terpelihara dengan baik. Saat ini, salah satu infrastruktur, yakni jembatan hutan mangrove, kondisinya sangat memprihatinkan. Begitu pula panggung tempat masyarakat bersantai, rusak cukup parah. Boleh dikatakan tidak layak pakai sehingga tidak ada pengunjung yang berniat datang kesana.

Lis tidak mengungkapkan, anggaran sebesar itu akan dibangun apa saja di dua destinasi dimaksud. Yang jelas, sebagai teraju negeri bersejarah ia ingin warisan yang ada tetap terjaga dan menjadi kebanggaan warga.

Sejarah mencatat, Kota Rebah juga disebut Istana Kota Lama atau Kota Raja. Disinilah tapak awal kekuasaan Kesultanan Melayu Riau-Johor-Pahang-Lingga ditabalkan, sebelum akhirnya berpindah tempat sesuai dinamika sosial-politik pada masa itu. Istana ini dibangun pada tahun 1673-1805 yang menjadi hulu sungai Riau atau sekarang disebut Sungai Carang.

Sebutan Kota Rebah merupakan penamaan yang diberikan oleh masyarakat sekitar. Itu didasarkan pada penampakan bangunan tersebut di masa kini, yaitu hanya sebagian kecil bangunan saja yang terlihat, yaitu pondasi dan sebagian kecil tembok, dimana struktur bangunan tersebut sebagian besar rebah ke tanah.***(redaksi)

Tinggalkan Balasan