Adat Rini Menanggung Rindu, Adat Isdianto Menahan Ragam

0
608 views

 

PEMANDANGAN sarat suka-cita ini terlihat di cluster depan komplek Perumahan Green City, Tanjungpinang. Persis di depan papan karangan bunga yang berjejer di sepanjang ruas jalan menuju kediaman Datuk Seri Lela Budaya Rida K Liamsi. Kemarin, pengusaha dan budayawan ini tengah melangsungkan hajatan walimah pernikahan puteri bungsunya, Shanti Novita, dengan pujaan hati, Pramana Onesto.

Kolega, kerabat, dan handai taulan, tampak mulai memenuhi tenda biru sejak pukul 11 pagi. Nah, menjelang siang, peristiwa penuh makna ini terjadi. Tak dinyana, sebagai sesama tamu jemputan di rumah Datuk Rida, dua nama yang akhir-akhir ini kerap diberitakan saling bersaing merebut kursi panas calon Wakil Gubernur Kepri, Isdianto dan Rini Fitrianti, bertemu di sana.

Selang beberapa saat setelah bertukar sapa, keduanya langsung larut dalam canda. Isdianto beberapa kali melingkarkan lengannya ke pundak Rini. Rini pun tertawa. Meski awalnya memperlihatkan bahasa tubuh hendak menghindar.  Orang-orang yang kebetulan lewat, hairan-tak-hairan melihat kemesraan keduanya. Mereka, tak lain tak bukan, paman dan kemenakan kontan. Isdianto adik kandung mantan Gubernur Kepri HM Sani. Rini Fitrianti puteri bungsu mendiang.

Pemandangan biasa, sebenarnya. Tapi boleh jadi juga luar biasa karena rivalitas dan manuver politik Isdianto-Rini belakangan lumayan menyita energi. Setelah dua nama calon wakil gubernur yang diajukan Gubernur ke DPRD Kepri, Isdianto dan Agus Wibowo, dikembalikan sebab dianggap tak lengkap syarat, peta politik berubah. Sejumlah partai meningkatkan tensi lobinya. Dan, yang menarik, nama Rini Fitrianti, mencuat masuk ke pusaran persaingan.

Ahar Sulaiman, Ketua Tim Pemenangan SaNur (Sani-Nurdin) di Pilkada Kepi 2015 lalu, kepada wartawan menggambarkan optimisme kubu Rini Fitrianti dalam bahasa seperti ini. “Rini yang sekarang sangat berbeda. Ini Rini yang kini mendapat sejumlah dukungan politik yang strategis, sehingga baginya saat ini hanya ada sebuah ambisi, lolos dua besar calon wagub Kepri.”

Sesudahnya tak sulit bagi sebagian publik untuk melihat paman dan kemenakan itu sedang berada di friksi yang tajam. Komunikasi keduanya pun tiba-tiba dikabarkan macet. Di jalan yang searah dengan mahligai pelaminan sepasang mempelai, Ahad (20/3) kemarin, setidaknya dua sahabat jiwa almarhum HM Sani semasa hidup itu untuk pertama kalinya tampak bercengkerama penuh keakraban. Herry Andrianto, putera sulung (alm) HM Sani dan Sekda Kepri, TS Aris Fadillah, bergabung kemudian menambah sempurna semarak pertemuan.

”Barangkali tak sepanas yang dikira, ya. Kalaupun ada anggapan seperti itu, hari ini kita melihat nilai-nilai yang baik dari budaya Melayu dalam mengenyampingkan segala perselisihan. Mungkin juga bawaan aura bahagia yang terpancar dari rumah Pak Rida,” kata Sekda TS Aris Fadillah.

Menurut Tengku, demikian Arif Fadillah kerap disapa di lingkungan kekerabatan adat, sebagai salah satu peradaban tertua di dunia, adat resam Melayu merupakan simpul-simpul teladan yang masih sangat relevan untuk menyatukan potensi berbagai kalangan. Tengku melihat peristiwa kehangatan Isdianto-Rini tersebut sebagai kokohnya kultur budaya Melayu dalam sebuah keluarga sehingga orangtua dan anak muda bisa saling menghormati.

“Dalam tunjuk ajar Melayu misalnya pernah kita dengar, adat muda menanggung rindu, adat tua menahan ragam. Artinya, dalam memecahkan sebuah masalah, orang muda harus belajar bijaksana dan yang tua mesti memberi teladan yang baik. Semuanya pasti akan indah kalau kita kembalikan kepada keluhuran Melayu,” papar Tengku pula.

Sekda Tengku Fadillah mengaku rindu pada tradisi “berunding satu atap, musyawarah di atas rumah” yang dulu saat masih menjabat sebagai Sekda Kabupaten Karimun sering ia lihat dipraktikkan pelbagai elemen, khususnya di lingkungan elite pemerintahan, tatkala menghadapi masalah-masalah politik yang pelik.

“Adat berunding di atas rumah itu maknanya dalam sekali. Jangan membicarakan masalah di sembarang tempat. Bisa-bisa nanti dimanfaatkan pihak tak bertanggungjawab untuk menyebarkan hoax,” pungkas dia, tersenyum. ***

 

 

 

Tinggalkan Balasan