“BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM…” kata Sekretaris Daerah Pemprov Kepri, TS Arif Fadillah. Suaranya datar. Tapi bertenaga. Kalam suci meninggikan asma Allah itu diucapkan Sekda Arif seraya menempelkan lima jari kanannya ke sudut sebuah layar elektronik.

Persis di pojok layar yang sama, telah menunggu lima jemari yg lain, jemari digital. Begitu lima jari Tengku Arif dan lima jari digital saling bersentuhan, maka mengalirlah video klip berdurasi tiga menit yang menandai diresmikannya portal jantungmelayu.com.

Video itu bercerita tentang sepotong fragmen seseorang yang begitu mencintai tanjaknya. Dibukanya lebih dulu tanjak yang sehalus sutra itu, dilipatnya penuh takzim, mengikat pucuk-pucuk tanjak dengan gerakan yang pasti, lalu memahkotainya di kepala. Sampai di sini video hanya memperlihatkan punggung seorang pria yang mengenakan baju Melayu warna biru tua.

Lalu kamera perlahan bergerak fokus pada langkah sepasang kakinya, berjalan beberapa depa, meraih gagang pintu, lantas keluar seolah dengan dada semerbak mekar. Semekar pohon keyakinan bahwa hanya dengan kepedulian yang bersungguh-sungguhlah kebudayaan Melayu itu bisa terjaga.

Sebelum benar-benar meninggalkan beranda rumahnya, menggesa kerja-kerja kultural berikutnya, lelaki bertanjak itu menoleh, wajah itu, rupa dalam close-up itu, sudah amat melekat di benak tetamu yang hadir. Rida K Liamsi. Tepuk tangan panjang bergema.

“Dalam video itu, Datuk Rida kita arahkan dalam scene peran seorang guru kehidupan. Tanjak menjadi simbol pengabdian tiada henti. Guru yang penuh pengabdian. Pesan yang mau kita sampaikan dari video pendek ini, bagi orang Melayu, jantungmelayu.com itu adalah guru digital,” ujar sutradara video ini, Pepy Candra.

Di aula Gedung Gonggong Taman Laman Boenda, Tepilaut, akhir pekan lalu, rasmilah sudah portal jantungmelayu.com. Portal yang dibangun Yayasan Jembia Emas ini merupakan gagasan Datuk Seri Lela Budaya Rida K Liamsi. Ketua Dewan Kesenian Kepri Husnizar Hood bersama sejumlah penggiat budaya menyosokkan gagasan ini secara lebih konkret.

Selain Sekda Kepri, tampak pula hadir di aula Gedung Gonggong Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah beserta wakilnya, H. Syahrul S.Pd, Kepala Dinas Kebudayaan Pemprov Kepri, Yatim Mustafa serta beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya. Baik dari Pemrov maupun Pemko.

Dalam sambutannya, Direktur jantungmelayu.com, Ramon Damora mengemukakan bahwa kelahiran portal Jantung Melayu mengemban misi dalam merawat peradaban budaya Melayu dalam konteks kekinian.

“Portal ini berbasis direktori pustaka digital, semua kearifan budaya Melayu Kepri khususnya yang kita rindukan dan timang-timang, kami hadirkan di sini. InsyaAllah tidak ada hoax,” sebut dia.***

 

Tinggalkan Balasan