Catatan dari Peluncuran jantungmelayu.com (3): Yang Berdiam dalam Balutan Merah Hati

0
384 views
Sekdaprov Kepri TS Arif Fadilah bersama penggawa jantungmelayu.com, Sabtu (11/3) malam.

WARNA merah hati itu meraja-raja di Gedung Gonggong, Sabtu (11/3) malam lalu. Dalam gegap-gempita malam peluncuran portal jantungmelayu.com, para penggawanya mengenakan pakaian adat Melayu, lengkap dengan kain samping melingkar di pinggang, dan tanjak cegak di atas kepala. Tak kurang kepada 20 orang itu, portal berbagi kabar dan khazanah Melayu serantau itu bermula, dibina, dan dirawat.

Mengapa harus merah hati?

Adalah sang penggagas, Datuk Seri Lela Budaya Rida K Liamsi yang memilih. Menurutnya warna itu menyatakan kesungguhan, ketegasan, dan turut menyiratkan keberanian. Keseluruhan itu merupakan bahan baku yang lebih dari cukup guna mendorong semangat melaksanakan kerja-kerja budaya.

Merah marun ini kemudian meluber tak cuma di baju, tapi hingga ke warna utama baliho, spanduk, dan latar peluncuran di layar digital yang kemudian disentuh lima jari Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, TS Arief Fadilah, malam itu.

Memang tidak semua penggawa jantungmelayu.com punya kesempatan berbicara pada malam berbahagia nan ceria itu. Namun, segala cita itu sebenarnya sudah dibeberluaskan segamblang-seterang sambutan Datuk Rida dan pemimpin redaksi Ramon Damora. Bersedihkah mereka? Tidak. Yang ada, mereka adalah golongan yang bertempik-sorak paling kencang pada setiap ucapan pembina dan pemimpinnya.

“Inilah yang ingin kita wariskan pada anak cucu kita.” Sepotong kalimat dari Datuk Rida yang menggaungkan tepuk tangan paling kencang.

Sedari mula digagas, jantungmelayu.com memang diusung menjadi sebuah kerja-warisan. Namun jangan membatasi warisan sekadar tentang hal-hal bernilai jual. Karena jantungmelayu.com adalah adalah  legacy  yang dalam semudah tataran definisinya berupa warisan takbenda bernilai mulia dan layak diturun-temurunkan kepada generasi sesudahnya. Generasi yang kini barangkali sedang segumpal daging merah-hati.

Jika hendak ditilik-tilik, merah hati itu sebenarnya hanya warna. Merah pekat serupa darah yang mengalir di setiap nadi manusia. Jenis merah yang memikat tapi tidak menyilaukan. Setakzim laku para penggawa jantungmelayu.com malam itu. Yang dalam diamnya, sebenarnya mereka sudah menyiapkan sederet rencana untuk memerah-hatikan warga Melayu serantau.

“Saya beruntung di-support dan didukung oleh anak-anak muda di belakang saya,” kata Datuk Rida mantap.***

Tinggalkan Balasan