Catatan dari Peluncuran jantungmelayu.com (1): Dondang Sayang dan Selebrasi Karpet Merah

0
309 views

SETELAH berselancar lebih dulu mengarungi alam maya, menyapa hari-hari Encik Puan beberapa pekan, portal ini, www.jantungmelayu.com akhirnya diluncurkan secara resmi, Sabtu (11/3) malam lalu.

Bertempat di Gedung Gonggong Taman Laman Boenda, Tepilaut, suasana peluncuran sarat ketakziman resam Melayu. Panitia dan para tetamu undangan memenuhi ruangan peluncuran dengan mengenakan pakaian adat Melayu.

Sepasang manggar anggun tercagak di kiri kanan pintu masuk. Lawe-lawe, alias dua dara jelita penyambut undangan, telah pula menunggu dengan senyum paling juwita.

Di dalam ruangan, hmmm…tamu-tamu dimanjakan dengan aneka juadah kueh-mueh Melayu yang tiba-tiba membangkitkan kerinduan kepada lidah masak kanak yang dahulu akrab dengan kuliner-kuliner tradisional Melayu.

Itupun rasanya belum cukup. Tenggorokan masih dimanjakan dengan seduhan kopi Sekanak yang termasyhur itu.

Riuh di dalam bukan berarti sepi di luar. Beranda Gedung Gonggong yang teduh disapu ritmis magis angin laut, menyimpan cerita seronoknya sendiri.

Malam minggu adalah malam yang romantis selama ini bagi sepasang kekasih yang selalu memadu rindu di bangku-bangku sekeliling Gedung Gonggong. Juga malam yang hangat bagi keluarga dengan kanak-kanak yang berlari riang sepanjang taman.

Sebuah set kecil di depan Gedung Gonggong, malam itu menambah semarak kemeriahan malam minggu warga. Set sederhana tapi mengusung aroma gempita ala seremoni perayaan Oscar. Sebentang karpet merah menjulur dari pintu masuk sampai mulut tangga teras gedung.

Dinding megah photobooth bertulisan jantungmelayu.com di samping karpet merah, menyempurnakan aura selebrasi malam Oscar semenjana ini. Tidak hanya para tamu undangan, masyarakat juga antri berebut memetik pose-pose selfienya di sana.

Suasana kian syahdu ditingkah instrumen Dondang Sayang dan lagu-lagu Melayu lainnya yang dimainkan secara live oleh kelompok Samudera Ensemble pimpinan Adi Linkepidn, musisi muda progresif Tanjungpinang. Mengalunlah lirik-lirik nostalgia menggenapi sorak-sorai untaian kata bahagia.

Tidak ada yang sedang bertarung malam itu, layaknya rivalitas para nominee Oscar. Tapi semua yang hadir memadati Gedung Gonggong –yang langsung mendapat tempat di hati masyarakat setelah dibuka Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah, beberapa waktu yang lalu– seperti merayakan kemenangan.

Kemenangan hati dari duka lara, kemenangan sepenggal waktu setelah bekerja hampir seminggu, kemenangan menggoreskan suka cita di kalbu orang-orang tercinta.

Bagi pengelola portal jantungmelayu.com, malam itu adalah kemenangan untuk memulai satu langkah penting: mengawal Melayu. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan