laksamana Cheng Ho-dok.muvila.com

“Kenapa Cheng Ho mengunjungi kepulauan di Indonesia sebanyak tujuh kali?”

*********************************

Dia adalah Cheng Ho, seorang  yang menjadi kepercayaan kaisar Yongle dari Tiongkok konon dalam sejarah memaktubkan tarik berkuasa antara tahun 1403-1424. Dia itu adalah juga kaisar ketiga dari Dinasti Ming. Nama aslinya sebenar adalah Ma He, yang juga dikenal dengan sebutan Ma Sanbao /Sam Po Bo.

Ketika pasukan Ming menaklukkan Yunnan, Cheng Ho ditangkap dan kemudian dijadikan orang kasim. Ia adalah seorang bersuku Hui, suku bangsa yang secara fisik mirip dengan suku Han, namun beragama Islam. Dari sisa lembar sejarah, tercatatlah juga bahwa Cheng Ho berlayar ke Malaka pada abad ke-15.

Sekilas, tentang armada yang dibawanya terdiri dari 27.000 anak buah kapal dan 307 kapal laut. Terdiri dari kapal besar dan kecil, dari kapal bertiang layar tiga hingga bertiang layar sembilan buah. Kapal terbesar mempunyai panjang sekitar 400 feet atau 120 meter dan lebar 160 feet atau 50 meter. Rangka layar kapal terdiri dari bambu Tiongkok. Selama berlayar mereka membawa perbekalan yang beragam termasuk binatang seperti sapi, ayam dan kambing yang kemudian dapat disembelih untuk para anak buah kapal selama di perjalanan.

Lantas, apa yang membuatnya jauh berlayar ke selatan menuju semenanjung melaka? Sesibak tanya itulah yang hendak disuraikan.

Selain menjajab pulau-pulau yang disinggahinya, Cheng Ho jua membawa berkayu-kayu kain sutera untuk dijual semula namun bukan itu yang menarik, Cheng Ho dikhabarkan mengemban misi terselubung, yakni berburu lendir naga yang menimbun selaksa khasiat.

Ya… lendir naga, begitu nama untuk sebangsa binatang laut yang oleh orang-orang melayu menyebutnya sebagai gamat. Yakni seekor binatang dasar laut yang hampir luput dari perhatian dunia membuat kejutan dikarenakan keampuhannya dalam membantu pemulihan penyakit degeneratif mematikan yang paling ditakuti banyak orang seperti Diabetes Militus, Kerapuhan Tulang, Radang Sendi, Bocor Jantung, Asthma, Psoriasis, Kanker, dsb

oleh bangsa melayu, lendir naga digunakan sebagai makanan obat tradisionil untuk menyembuhkan penyakit asma, sakit persendian, penyakit kulit darah tinggi hingga jantung

gamat atau lendir naga

dari unsur kaji mana-mana yang patut, termaktub lebih dari 1.100 species telah teridentifikasi. Ada yang berbentuk biasa seperti yang kebanyakan, hingga kepada berbentuk sangat exotis . Banyak jenis memiliki tonjolan tonjolan pada kulitnya sehingga tampak seperti mentimun berkulit. Besar ukurannya beraneka ragam, mulai yang berukuran mikroskopis hingga bisa sepanjang 5 meter, namun kebanyakan berukuran sekitar 10 – 30 cm

lendir naga itu mendominasi kehidupan dasar laut dalam yakni palung laut hingga 90%, sekalipun mayoritas tinggal didasar laut beberapa species dapat berenang jua adanya ke permukaan.

dalam unsur kaji lainnya, lendir naga ini bertugas membersihkan pasir laut dari serpihan serpihan endapan benda benda atau lumpur organik di dasar laut maupun terumbu karang dengan cara menghisapnya, melumatnya dan meninggalkan pasir yang telah dibersihkan dibelakangnya

Suatu kejutan yang ia simpan, yang tentunya jua membuat takjug Cheng Ho adalah dalam keadaan terjepit lendir naga itu mampu membelah diri dan membiarkan isi perutnya terburai keluar. Padahal itu adalah upaya untuk mengecoh dan mengalihkan perhatian lawan agar membatalkan niatannya untuk memangsa tubuh sang lendir naga, namun hebatnya tetap tidak mati, organ dalaman binatang yang tangguh ini akan tumbuh kembali beberapa minggu kemudian

lendir naga itu juga didapati kaya dengan sumber obat obatan alami. Dari selaksa jenis yang ada. jenis yang biasa digunakan untuk diolah adalah jenis Stichopus yang oleh orang Melayu dikenal dengan sebutan gamat.
Laksamana Cheng Ho itu jua dikhabarkan menulis rinci terkait memproses binatang lendir naga itu, yakni dengan cara mengeluarkan air dari tubuhnya dengan melakukan pembedahan kecil dibawah badannya, atau dengan proses pemanasan untuk kemudian dijemur hingga kering dibawah matahari.

Setelah kering itulah lendir naga sudah siap untuk diubah suai menjadi minyak, dengan berpadu padan minyak kelapa serenta beberapa rempah yang ada, seperti, sahang (merica/leda), serai masak, serai wangi, kunyit, kapulaga, kayu manis, cengkih dan taik angin.

Setelah mendidih beberapa lama, minyak lendir naga itu diyakinkan mampu memberikan kekuatan serupa sebagaimana kehebatannya dalam memertahankan dirinya sendiri dari sebarang celaka.

Tiada salah kiranya Cheng Ho jauh-jauh melayari lautan, meniti pucuk serenta buih gelombang demi meneroka hal ihwal lendir naga yang hingga setakat ini pun jua adanya masih lagi diburu orang.

Lendir naga yang tidak hanya setakat minyak, namun juga bisa dijadikan penganan lain, semisal keripik dan atau masakan berkuah dengan nama sop gamat. Apapun itu, Cheng Ho sudah lebih dahulu meresapi khasiat dari binatang purba milik melayu. (JM)

Tinggalkan Balasan