Langka dan Terancam Punah, BPNB Kepri Rekam Zikir Berdah Muaro Jambi

0
379 views

JANTUNGMELAYU — Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Kepri melakukan perekaman kesenian zikir berdah di Desa Muaro Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, belum lama ini. Di Jambi zikir berdah terbilang langka dan hanya ada dibeberapa tempat.

Koordinator tim perekaman, Zulkifli Harto menyebutkan, tim BPNB Kepri sebelumnya sudah melakukan survei terkait tradisi dan kesenian yang akan direkam. Pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi dan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Muaro Jambi.

“Ada sejumlah usulan, seperti gambangan di Desa Danau Lamo. Tapi kita putuskan merekam zikir berdah. Langka di Jambi dan terancam punah,” kata Zulkifli.

Dalam perekaman, pihaknya mengandeng production house (PH). Sedangkan, komunitas zikir berdah yang diambil rekamannya berlokasi di desa wisata Muaro Jambi.

Kata Zul, hasil perekaman nantinya berguna untuk pelestarian kesenian tradisi. Selain itu juga bahan untuk pendukung pencatatan warisan budaya tak benda (WBTB).

Berdah dalam komunitas Melayu sangatlah digemari bahkan menjadi penanda orang berhajat dan berbudaya. Pada acara keramaian atau helat sunat Rasul, helat nikah kawin, hari-hari besar Islam, kesenian ini selau mendapat posisi utama.

Coraknya sangatlah Islami sebab syair yang dilantunkan berisikan riwayat junjungan nabi besar Muhammad SAW dan puja-puji dengan zikirullah.
Posisi bermain biasanya duduk bersila. Ketika menceritakan riwayat nabi junjungan akhirul zaman sampai Madinah, semua pemain berdiri sebagai
tanda pemberian hormat.

Alat musik kesenian berdah adalah rebana dengan diameter mulai 50 cm, belulangnya atau kulitnye dari kambing jantan, baluhnya dari kayu marabungkal, boleh juge dari batang nyiur yang besar dengan capaian diameter kadang lebih dari 50 cm.

Biasanya pakaian pemain berdah baju kurung Melayu lengkap dan tidak harus bersongket. Namun, di Muaro Jambi pakaian pemainnya bebas, tapi yang penting sopan. (JM/bpnb)

Tinggalkan Balasan