JANTUNGMELAYU — Dua tahun kepergian Budayawan Melayu Tenas Effendy, ada janji terucap dari mulut Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman (Andi Rachman). Ketika acara mengenang 2 tahun meninggalnya Tenas di kediaman di daerah Pasir Putih, Kampar (28/2/2017), Andi mengatakan, Pemprov Riau siap melanjutkan dan mewujudkan cita-cita besar Tenas untuk terus melestarikan dan mengembangkan budaya Melayu.

“Kita mengenang almarhum sebagai tokoh tauladan, Budayawan Melayu yang dikenal di tingkat regional. Dia sebagai tokoh yang tidak saja tunak di Riau tapi juga dikenal luas di berbagai negara seperti Malaysia, Singapura dan Brunai Darussalam,” kata Andi.

Berbagai nasehat atau tulisan mendiang Tenas akan tetap menjadi tunjuk ajar bagi masyarakat Riau dan kawasan Melayu serantau.

“Visi Riau 2020 khususnya bidang kebudayaan adalah bagian dari cita-cita almarhum, bagaimana agar Riau menjadi pusat kebudayaan di Asia Tenggara,” ujarnya.

Gubri juga mengatakan bahwa dengan adanya OPD baru, yakni Dinas Kebudayaan tentu akan semakin dapat mendukung pengembangan Budaya Melayu.

Selain gubernur, haul tahlil dalam doa mengenang dua tahun wafatnya almarhum Tenas juga diikuti oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, H Ahmad Hijazi bersama sejumlah tokoh Riau lainnya.

Ahmad Hijazi dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas karya besar almarhum khusunya untuk Riau. “Apa yang ada pada almarhum dan karya-karyanya menjadi suri tauladan bagi kita semua,” kata Hijazi.

Sekda pun mengajak seluruh masyarakat Riau untuk mendoakan semoga almarhum mendapat tempat yang baik disisi Allah SWT.

Sementara itu, Konsul Malaysia Hardi Hamdin yang didaulat menyampaikan sambutan, menjelaskan dirinya selalu berdiskusi dan banyak belajar dengan almarhum Tenas Effendy semasa hidupnya.

“Almarhum telah banyak memberikan pemahaman budaya Melayu kepada jati diri saya. Karya beliau tunjuk ajar Melayu, saya ajarkan juga pada anak-anak saya,” ujarnya.

Bahkan diberbagai kesempatan di Malaysia, Hardi Hamdin mengaku selalu menyampaikan bahwa di Riau ada kamus budaya melayu.

“Di berbagai kesempatan saya selalu sampaikan bahwa almarhum pak Tenas ini adalah kamus berjalan budaya Melayu,” ujarnya.*** (Redaksi)

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan