Satu jalan di Kota Batam punya dua nama. Warga berharap unsur budaya lokal lebih ditonjolkan. foto:dok.pm

JANTUNGMELAYU — Nama-nama jalan di Kota Batam rencananya akan dievaluasi Pemerintah Kota Batam pada pertengahan 2017 ini. Dengan evaluasi ini, dipastikan akan ada perubahan nama maupun cakupan jalan-jalan tertentu.

“Misalnya, jalan Engku Putri cukup pendek yang hanya area sekitar kantor wali kota, kita usulkan sampai Bundaran Madani,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Yusfa Hendri.

Sebagaimana diketahui, jalan Bundaran Madani merupakan bagian Jalan Raja Haji Fisabillah, yang membentang dari Simpangjam hingga Simpang Masjid Raya Batam. Nantinya, jalan Raja Haji Fisabillah dari Simpangjam lurus saja ke Ocarina, yang belokan dari madani ke area wali kota diusulkan jadi Engku Putri.

Selain evaluasi nama jalan, juga akan dilakukan klasifikasi jenis jalan, dari jalan nasional, provinsi, kota hingga jalan lingkungan.

Menurutnya setelah evaluasi yang target selesainya pertengahan tahun ini, pihaknya akan mengajukan hasi evaluasi ke wali kota, selanjutnya walikota akan mengeluarkan Peraturan Walikota (perwako) terkait nama-nama jalan tersebut.

“Sekarang tim sedang bekerja, sudah rapatkan beberapa kali di kantor. Setelahnya, kami lanjutkan dengan pemasangan nama jalan yang baru,” tuturnya.

Sejumlah warga Batam menanggapi evaluasi nama jalan ini adalah moment tepat untuk memasukkan unsur-unsur budaya lokal dalam penamaan. Sebab, salah satu upaya menjaga warisan khazanah bisa dilakukan lewat pemberian nama jalan ini.

“Biasanya nama-nama tokoh lokal yang dianggap berjasa. Bisa saja dan saya kira tak ada salahnya juga sebagai upaya mempertegas bahwa kota ini punya sejarah, warisan masa lalu yang harus selalu diingat bagi generasi-generasi berikutnya,” ujar Yatim di Batam Centre.

Lagipula, “Batam ini kan pernah dianggap beberapa kalangan tak punya sejarah. Tetapi buktinya tidak demikian. Jauh sebelum seperti saat ini, Batam sudah dihuni dan sudah maju dalam soal budaya. Dan itu harus dihormati semua yang datang ke Batam. Salah satunya ya diabadikan lewat nama jalan,” tanggap Ardi, warga lainnya.

Semoga saja harapan warga ini bisa sejalan dengan evaluasi nama jalan yang dilakukan Pemko Batam.*** (Redaksi)

Tinggalkan Balasan