Menerka ‘Rebah’ pada Istana Kota Rebah

0
983 views
Dinding yang tersisa di situs Istana Kota Rebah Tanjungpinang. foto: dok. jantungmelayu

PADA sebuah artikel sejarahnya, Sejawaran Kepri, Aswandi Syahri, menuliskan, Istana Kota Rebah termasuk satu dari sekian istana yang banyak berdiri di abad ke-18, dari hulu di Sungai Carang hingga ke muara di Pulau Senggarang yang berdepan-depan dengan Kota Tanjungpinang sekarang.

“Kalau dihitung jumlah istananya, lebih banyak dari istana yang pernah ada kerajaan selanjutnya di Daik-Lingga dan Pulau Penyengat,” tulis Aswandi.

Sementara terkait penyebutan nama rebah pada istana ini, Aswandi menaksirkan, hal itu merupakan nama pemberian masyarakat setempat. “Ketika masyarakat menemukan istana itu sudah dalam keadaan rusak parah,” terangnya.

Merujuk catatan yang ada padanya, Aswandi menyebutkan, dahulu kawasan ini disebut sebagai Istana Kota Lama. Sehingga, bila merujuk penamaan tersebut, Aswandi menaksir ada kota baru yang dibangun dan ditinggali. Namun, tak satu pun catatan resmi yang menyebutkan titik pasti kota baru tersebut.

“Biasanya di kawasan hilir. Bisa jadi di Kampung Bulang atau Pulau Bayan,” taksir Aswandi.

Papan informasi di Situs Istana Kota Rebah, Tanjungpinang. foto: dok. jantungmelayu.

Namun saat ini, tidak banyak yang sisa-sisa istana yang didapati dari situs yang terletak bertepian dengan kawasan bakau tersebut. Meski demikian, situs ini sudah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Tanjungpinang.

Sehingga, sudah diambil langkah tanggap untuk menyelematkan beberapa puing-puing bangunan yang masih berkemungkinan diselamatkan. Seperti, penyokongan sebidang dinding yang nyaris roboh dengan beton.

Dinding ini, diduga sebagai dinding Istana Kota Rebah saat itu. Sementara di beberapa titik lain, masih terlihat puing-puing bangunan, meski hanya sekadar setinggi lutut orang dewasa dan lebih banyak yang hanya berupa puing-puing belaka. (jm)

Tinggalkan Balasan