Setelah 165 Tahun Istana Kota Batu

1
479 views
Puing-puing Istana Kota Batu di Daik, Lingga. foto: Rida K Liamsi.

REPORTASE ini disampaikan langsung oleh Pembina jantungmelayu.com, Datuk Seri Lela Budaya Rida K Liamsi. Sejak awal pekan lalu, beliau balik kampung ke tanah kelahirannya di Kabupaten Lingga.

Ada banyak ziarah ditempuh. Sudah pasti, sebagai seorang budayawan cum sastrawan yang punya kepedulian adiluhung tentang Melayu, tapak kaki seorang Rida K Liamsi tidak pernah jauh dari situs-situs Kesultanan Riau-Lingga pernah terbilang.

Pada Selasa (19/4) kemarin, Datuk Rida singgah di Daik, Lingga. Sepotong potret dari sana diabadikan menggunakan kamera ponselnya. Jangan memperdebatkan kualitas teknis fotografinya. Tapi, mari menyimak ihwal yang membuat sosok sekaliber Rida K Liamsi, seorang wartawan yang juga pengusaha grup perusahaan pers terkemuka, sampai menyala lagi semangat jurnalistiknya.

“Tinggal puing-puing yang mendekati titik punahnya jika tidak segera diselamatkan,” tulisnya, menjabarkan potret yang sepintas terlihat seperti lahan kosong belaka itu.

Rupanya, apa yang diabadikan Rida K Liamsi dari kamera ponselnya adalah situs Istana Kota Batu. Sebuah bangunan megah yang dibangun Sultan Mahmud Muzaffarsyah pada 1851-1852 silam.

Setelah 165 tahun, tidak ditemukan lagi bekas-bekas kemegahan atau sisa kejayaan yang pernah ada. Malah, sebagaimana kata Datuk Rida, situs ini berada di titik nadir paling perih. Segera, artinya tidak dalam waktu lama, bisa punah. Terkecuali ada yang mau meluangkan waktu, tenaga, serta biaya menyelamatkan agar kepunahan itu tidak lekas tiba.

“Harus ada yang mau ambil peduli,” tegas Datuk Rida. (jm)

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan