Deretan topeng Mak Yong dengan beragam warna dari Pulau Mantang, Bintan. F/Heru Sukma.

DI ANTARA sekian yang menarik dari sebuah pertunjukan Mak Yong adalah topengnya. Tak ayal, aksesori wajib Mak Yong ini menjadi simbol dan juga oleh beberapa orang kreatif dijadikan souvenir khas.

Bentuknya bermacam-macam. Warnanya pun beragam. Disesuaikan dengan peran yang dibawakan para pelakonnya. Kecuali tokoh Cik Wang, sang raja, hampir semua pelakon Mak Yong mengenakan topeng.

Dalam topeng, ada tiga unsur utama yang menjadi bagian penting dari keseluruhan bentuk fisik topeng. Yakni, warna, ekspresi atau karakter, dan morfologi. Lantas, apa saja makna di balik warna topeng Mak Yong yang beragam?

1. Warna Merah

Warna merah merupakan warna dasar yang paling banyak ditemukan pada topeng Mak Yong. Beberapa topeng yang memiliki peran sentral juga diwakili melalui warna merah pada fisik topeng.

Selain tokoh protagonis, tokoh antagonis dalam Mak Yong juga ditampilkan dengan simbol warna merah. Secara universal, warna merah melambangkan keberanian. Topeng dengan warna merah pada Mak Yong terdiri dari tokoh ksatria atau raja bertubuh tegap perkasa. Bahkan seperti telah disebutkan, topeng Pembatak yang berperan jahat juga memiliki warna dasar merah.

Selain melambangkan keberanian, warna merah ini juga mencermikan sifat perangai yang dimiliki manusia pada umumnya. Semisal ambisius, angkuh, sombong, serakah, dengki, keji, dan licik.

Kendati demikian, tidaklah berarti semua yang berwajah merah itu selalu terdiri dari tokoh antagonis, ada kalanya menjadi ksatria.

Di antara para protagonis dengan topeng berwarna merah adalah topeng Awang Pengasuh, Wak Petanda Raja Muda, Wak Petanda Raja Tua, Wak Petala Bumi, Wak Peran Embun, dan Jin.

2. Warna Putih

Secara universal, warna putih merupakan simbol kesucian. Dalam lakon Mak Yong, topeng putih dikenakan pada peran Inang Pengasuh dan Wak Petala Guru. Hal ini erat kaitannya dengan sifat karakter ini yang jujur, setia, dan tanpa pamrih.

Said Parman, seorang pelakon Mak Yong, menuturkan, selain sifat di atas, warna putih pada topeng Makyong juga mencerminkan watak peran tokoh feminin. Terlihat jelas bagaimana peran Inang Pengasuh yang merupakan pembantu setia pada permaisuri raja.

3. Warna Hijau Tua Pekat

Warna hijau pada masyarakat Melayu Riau secara umum memiliki makna kesuburan. Dalam kerajaan, warna ini digunakan untuk para datuk atau sesepuh. Pada Mak Yong, warna hijau digunakan sebagai dasar perwajahan topeng yang berperan antagonis dan licik.

Sebut saja peran Wak Nujum, seorang laki-laki juru ramal tetapi kerap mengabarkan kebohongan.

Topeng Mak Yong berwarna hijau dari Mantang, Bintan. F/Heru Sukma.

Baca Juga: Kok Lubang Mata Topng Mak Yong Kecil?

4. Warna Kuning

Meskipun bukan unsur warna yang begitu dominan, warna kuning juga merupakan warna yang didapati dalam topeng Mak Yong. Warna ini kerap dijadikan sebagai dasar warna topeng harimau dan rusa.

Selain itu pakaian yang dikenakan putri raja dan dayang-dayang juga dominan warna kuning. Secara keseluruhan, warna ini melambangkan sifat kemuliaan dalam hidup dan kebesaran kerajaan.

5. Warna Hitam

Secara khusus, warna hitam bukan warna dasar perwajahan pada topeng Mak Yong. Warna ini cenderung sebagai pelengkap atau tambahan dari setiap warna dasar perwajahan. Misalnya, menjadi warna hidung pada topeng Awang Pengasuh, mata, alis mata, tahi lalat pada topeng Inang Pengasuh, kumis dan celah gigi pada topeng tertentu.

Simbolis hitam pada topeng Mak Yong punya nilai tinggi dan maknanya seistimewa warna putih. Warna hitam, erat kaitannya sebagai perlabang keluhuran budi yang arif bijaksana, keimanan, dan keteguhan hati.***

 

Sumber: Simbolisasi Topeng Mak Yong karya Yatna Yuana Sumardi.

Tinggalkan Balasan