Para pembicara pada lokarkaya Penguatan Saudagar Melayu di Daik, Lingga, Rabu (6/9) lalu.

DAHULU, Laksamana Tun Abdul Jamil telah membuktikan orang-orang Melayu pandai berdagang. Malah, tidak sekadar pandai. Melainkan sampai mampu membangun sebuah bandar dagang kenamaan dan tersohor dan menjadi persinggahan kapal-kapal dagang dari penjuru dunia di Sungai Carang, Tanjungpinang.

Spirit kejayaan berdagang ini yang coba ingin dipulihkan pada dewasa kini. Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Lingga menginisiasinya melalui gelaran lokarya bersama para pakar dalam tajuk menumbuhkembangkan dan penguatan saudagar Melayu sekaligus pembentukan perhimpunan saudagar Melayu, di Daik, Rabu (6/9) lalu.

Didaulat sebagai pembicara utama pada acara tersebut Datuk Seri Lela Budaya, Rida K Liamsi, Anggota Komisi II DPRD Kepri Iskandarsyah, Zulkarimullah, dan Joy.

Datuk Rida, yang dikenal sebagai pengusaha media berbagi semangat dan motivasi seorang saudagar yang tidak boleh menyerah. “Berani, kreatif, dan inovatif,” begitu watak kunci seorang entrepreneur yang, kata Rida, harus melekat pada setiap saudagar.

Sementara Iskandarsyah menimpali, bahwasanya pemerintah daerah harus punya kebijakan yang mampu mendorong, memfasilitasi, sekaligus memproteksi para pengusaha yang berkembang. Tidak kalah penting pula berupa akses modal dan pasar bagi saudagar Melayu.

“Semuanya sudah dikembangkan dalam kebijakan berupa Lembaga Penjamin Dana Bergulir (LPDB) dan Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida). Sayangnya, dua fasilitas sarat manfaat ini berlum terlaksana walau sudah disahkan dua tahun lalu,” kata Iskandarsyah.

Perkumpulan saudagar Melayu, diyakini Iskandarsyah, juga bakal turut memperluas pasar. Apalagi perkumpulan ini mencakup seluruh Asia Tenggara. Kejayaan perdagangan zaman masa lalu, dinilainya, merupakan modal pengalaman yang amat berharga untuk mampu berkarya lebih jauh hari ini.

“Dulu, Singapura sama seperti Tanjungpinang dan Daik. Tapi dengan manajemen yang tepat, Singapura berkembang pesat. Dulu kita pernah punya semangat itu. Konon Sungai Carang adalah bandar yang sangat ramai. Semua kapal ingin berlabuh di sana,” ujar Iskandarsyah.

Lokakarya di Daik tengah pekan lalu sekadar permulaan. Baik Datuk Rida maupun Iskandarsyah berharap kelak dari sini spirit menjayakan kembali perdagangan orang Melayu bisa terletup dari sini, sebagai momentum melahirkan kembali saudagar-saudagar Melayu yang tangguh dan digdaya.***

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan