Halaman terakhir dan kolofon salinan manuskrip Tuhfat al-Nafis versi pendek hadiah Raja Ali Kelana kepada mantan Resident Riau A.L. van Hasselt, warisan koleksi Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde (KITLV), Leiden. (Foto: Aswandi Syahri)

HINGGA kini telah dapat dikenal pasti lima manuskrip Tuhfat al-Nafis, sebuah kitab sejarah Melayu karya Raja Ali Haji dan ayahandanya Raja Ahmad Engku Haji Tua yang dibagi oleh pakar manuskrip Melayu, Virginia Matheson, dalam dua versi. Empat di antaranya adalah manuskrip versi panjang dan satu manuskrip versi pendek.

Kenang-Kenangan Raja Ali Kelana

Satu-satunya salinan manuskrip Tuhfat al-Nafis versi pendek yang diketahui keberadaannya adalah warisan koleksi perpustakaan Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde (KITLV) yang telah dipindahkan ke dalam simpanan Asian Library di Universiteit Leiden sejak perpustakaan KITLV ditutup oleh pemerintah Kerajaan Belanda beberapa tahun yang lalu.

Dalam salah satu katalog lama milik perpustakaan KITLV yang disusun oleh Dr. Ph. S. van Ronkel, manuskrip Tuhfat al-Nafis versi pendek ini diberi judul Sadjarah Radja-Radja Riouw, dengan nomor katalogus: HS. 630. Sedangkan judul Tuhfat al-Nafis yang menjadi penanda manuskrip dalam katalog, untuk pertama kalinya dicantumkan dalam katalog manuskrip Melayu paling mutakhir yang disusun oleh Teuku iskandar (1999): Teuku Iskandar juga mencatum nomor katalogus sebagai manuskrip dengan kode Or. 66.

Sebelum menjadi warisan koleksi KITLV, salinan manuskrip Tuhfat al-Nafis versi pendek ini adalah kepunyaan mantan Resident Riouw, Arend Ludolf van Hasselt (1893-1896), yang diperolehnya sebagai hadiah persahabatan tulus-ikhlasnya dengan Raja Ali Kelana, calon Yang Dipertuan Muda Riau, dari Pulau Penyengat.

Dengan demikian, ketika menyelesaikan tugasnya sebagai Resident Riouw di Tanjungpinang pada tahun 1896, van Hasselt sesungguhnya tidak hanya mendapat hadiah beberapa manuskrip syair karya penyair Mohd Cassi Cassim (lihat Kutubkhanah edisi 31 Maret 2018), tapi juga mendapat salinan manuskrip Tuhfat al-Nafis yang sangat berharga ini dari Raja Ali Kelana. Manuskrip Tuhfat al-Nafis versi pendek ini adalah ‘simbol’ persabatan antara van Hasselt dan Raja Ali Kelana yang mngabaikan bata-batas dalam “hubungan kolonialisme”, tersebab minat mereka yang sama dalam ilmu pengetahuan dan kebudayaan Melayu.

Mereka pernah melakukan ‘perjalananan inspeksi’ yang juga merupakan ‘perjalanan ilmiah’ bersama ke kawsan Pulau Tujuh pada Februari 1896. Sebagai hasilnya, Raja Ali Kelana menghasilkan laporan yang diterbitkan dengan judul Pohon Perhimpunan pada 1898, dan van Hasselt menerbitkan buku berjudul De Poelau Toedjoeh In Het Zuidelijk Gedeelte der Chineesche Zee pada tahun yang sama.

Penjelasan bahwa salinan manuskrip Tuhfat al-Nafis ini khusus disalin sebagai sebagai hadiah sempena beraakhirnya masa jabatan van Hasselt sebagai Resident Riouw pada April 1896, dicatat sendiri oleh van Hasselt menggunakan bahasa Belanda pada halaman awal manuskrip ini: “…een de geschiedenis van het vorstenhuis beschrijft werd mij door Radja Ali Kelana, die zich steeds een trouw en oprecht vriend betoonde, als aandenken aangeboden bij mijn aftreden als Resident van Riouw en Onderhoorigheden…”  [“…sebuah kitab sejarah keturunan keluarga diraja (Riau) yang dituliskan (disalinkan) untuk saya (atas perintah) Raja Ali Kelana, seorang sahabat yang selalu memperlihatkan ketulusan dan kesetiaan, sebagai kenang-kenangan yang dipersembahkan sempena pengunduran diri (akhir masa jabatan) saya sebagai Resident Riouw dan Daerah Takluknya sekalian…”]

Arsip Yang Dipertuan Muda Riau

Salinan manuskrip Tuhfat a-Nafis versi pendek ini ditulis pada sebuah buku tulis folio bergaris biru setebal 181 halaman, dengan dimensi 33 x 21 cm. Tulisannya kemas dan menggunakan tinta hitam. Kertasnya adalah lembaran kertas Eropa yang modern dengan cap air: gambar tapal kuda besar yang melingkupi dua kuda menarik sebuah kereta yang membawa seorang perempuan.

Dalam catatannya pada halaman depan manuskrip ini, van Hasselt juga mengatakan bahwa manuskrip Tuhfat al-Nafis ini merupakan “…sebuah salinan yang sah dari manuskrip serupa yang tersimpan dalam arsip Yang Dipertuan Muda Riau...” di Pulau Penyengat. “Dit handschrift, een getrouwe copie van een dergelijk dat berust in het archief van den Jangdipertoewan moeda Riouw…”

Adapun manuskrip yang menjadi acuan salinan Tuhfat al-Nafis versi pendek yang dihadiahkan oleh Raja Ali Kelana kepada van Hasselt, selesai (khatam) ditulis pada 17 Rajab 1283 H bersamaan dengan 25 November 1866 M.

Lengkapnya, pada kolofon yang terdapat pada bagian akhir manuskrip ini dinyatakan sebagai berikut: “Maka khatamlah siarah ini atas tangan mualifnya pada tujuh belas hari bulan Rajab al-Mubarak, pada hari Ahad jam pukul sepuluh, pada Hijrat sanat 1283 adanya tamat.”

Sebagai sebuah salinan manuskrip, kolofon manuskrip Tuhfat al-Nafis versi pendek ini menyebutkan bahwa ianya telah selesai disalin di Negeri Riau Pulau Penyengat pada 8 Syakban 1313 H, yang bersamaan dengan 23 Januari 1896 M oleh Ali bin Raja Muhammad Riau.

Selengkapnya dalam kolofon itu tercatat sebagai berikut: “Tersalin di dalam Negeri Riau Pulau Penyengat pada delapan hari bulan Syakban al-Mukarram, hari Khamis jam pukul sebelas sanat 1313 oleh seorang fakir Ali bin al-Marhum Raja Haji Muhammad Riau. Amin tamat amin tamat”.

Tuhfat al-Navis Versi Pendek

Manuskrip Tuhfat al-Nafis versi panjang dan pendek telah diperikan dan diperbandingkan dengan sangat detil oleh filolog Virginia Matheson dari Monash University Australia dalam disertasinya yang berjudul “Tuhfat al-Nafis: A 19th Century Malay History Critical Examination” pada 1973.

Edisi cetak disertasi yang berisikan suntingan filologis atas beberapa manuskrip Tuhfat al-Nafis versi panjang dan pendek itu, telah pula diterjemahkan dan diterbitkan oleh Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia pada 1991, dan kemudian oleh Yayasan Karyawan dan Dewan Bahasa dan Pustaka di Kuala Lumpur pada 1998.

Sedangkan edisi cetak dalam bentuk alih aksara manuskrip versi Tuhfat al-Nafis pendek, telah pula diselenggarakan secara khusus oleh Virginia Matheson dan diterbitkan dalam dua edisi (edisi biasa dan edisi kulit tebal) oleh Penerbit Fajar Bakti SDN. BHD di Kuala Lumpur pada tahun 1982 dan 1997.

Seperti telah dibuktikan melalui melalui kajian filologis oleh Virginia Matheson, manuskrip kitab Tuhfat al-Nafis pada awalnya disusun oleh Raja Haji Ahmad Engku Haji Haji Tua ibni Raja Haji Fisabilillah dan kemudian disempurnkan oleh anaknya, yang bernama Raja Ali Haji. Menurut Matheson, manuskrip Tuhfat al-Nafis versi pendek yang dipersembahkan sebagai kenang-kenangan oleh Raja Ali Kelana kepada mantan Resident Riouw, Arend Ludolf van Hasselt, ini adalah satu-satunya salinan manuskrip awal kitab Tuhfat al-Nafis yang disusun Raja Ahmad.

Secara substansial, kandungan isi manuskrip Tuhfat al-Nafis versi pendek dan versi panjangnya sama. Hanya saja, menurut Matheson, bila diperbandingkan secara filologis dengan manuskrip Tuhfat al-Nafis versi panjangnya, maka akan terlihat perbedaan antara lain sebagai berikut:

Pertama, pada manuskrip versi pendek tidak terdapat selawat (doxology) dan salam (exordium) pada bagian awal manuskrip dan penulisannya dimulakan tanpa mukadimah.

Kedua, terdapat beberapa kekurangan dari segi frasa “formulaic”, yaitu frasa yang biasa dipakai untuk keadaan tertentu. Sebagai ilustasi, bila pada manuskrip versi panjang terdapat frasa “maka lalu beramuk-amukan, bunyi senapang pemurasnya pun seperti bunyi bertih, tiadalah berputusan lagi kelam kabutlah asap senapang pemurasnya sebelah menyebelah.” Sebalinya dalam manuskrip versi pendek, bagiannya yang sama frasanya sangat sederhana dan pendek, ditulis bagaia berikut: “maka lalu beramik-amukkan bunyi senapang pemuras tiada berputusan.”

Menurut Matheson, gaya bahasa manuskrip Tuhfat al-Nafis versi pendek lebih tepat, ringkas, dan kurang perkataan-perkataan Arab seperti sangat banyak dipergunakan dalam manuskrip Tuhfat al-Nafis versi panjang hasil penyempurnaan oleh Raja Ali Haji.

Selaan itu, substansi narasi manuskrip Tuhfat al-Nafis versi pendek ini lebih mudah dipahami oleh orang awam dan pembaca masa kini. Apalagi teks edisi cetak ruminya yang diselenggarakan oleh Virginia Matheson (1982 dan 1997) telah dipilah-pilah menjadi 45 judul cerita atau narasi yang juga dicantumkan sebagai daftar isi edisi cetak manuskrip Tuhfat al-Nafis versi pendek. Penggunaan daftar isi atau fahrasat dan pemilah-milah judul cerita atau kisah dalam edisi rumi manuskrip Tuhfat al-Nafis versi pendekoleh Mathesonini, mirip dengan manuskrip versi panjang yang dikenali sebegai Tuhfat al-Nafis dari Terengganu yang juga mempunyai fahrasat (daftar isi) di dalamnya.

Keseluruhan narasi manuskrip Tuhfat al-Nafis versi pendek ini diawali dengan sebuah yang diberi judul “Kemangkatan Sultan Mahmud” (Ri’ayatsyah) di Lingga dan diakhiri dengan narasi yang diberi judul “Kemangkatan Sultan Mahmud” (Muzafarsyah) di Pahang.***

Tinggalkan Balasan