Pepy Candra

TANJUNGPINANG – Pepy Candra ditetapkan sebagai penerima Anugerah Jembia Emas 2021. Oleh panel dewan juri, Pepy dinilai punya kontribusi besar pada pemajuan dunia seni–khususnya tari–sejak bertahun-tahun lampau dan masih terus berlangsung sampai hari ini.

“Sanggam, sanggar tari binaan Pepy, itu tidak saja eksis, tapi bahkan terus berprestasi hingga hari ini. Tak terhitung berapa banyak seniman hebat hari ini yang pernah berproses di Sanggam,” kata Dato Rida K Liamsi, ketua dewan juri Anugerah Jembia Emas 2021, kemarin.

Banyak orang mengenal Pepy hari ini sebagai seorang politikus perempuan ulung di Tanjungpinang. Tapi sedikit yang membaca rekam jejak perjalanan panjangnya sebagai penari

Dedikasi dan kontribusi ini yang, kata Dato Rida, tetap perlu diberi perhatian. “Politik tidak lantas menjauhkan Pepy dari seni. Yang ada, justru Pepy menjadikan politik itu sebagai panggung berkeseniannya,” ungkap Dato Rida.

Yang dibicarakan Dato Rida ini perihal inovasi Pepy membawa Mak Yong ke panggung lain. Jauh setelah pernah mementaskannya di Italia pada 2013, Pepy kini menjadikan seni teater tradisional ini sebagai medium berkomunikasinya dalam berpolitik. Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono bahkan pernah mengundang secara khusus Sanggam agar mementaskan Mak Yong di Munas Partai Demokrat di Lombok.

”Pepy membuktikan sentuhan kreatif dan inovasi itu mampu membawa kesenian kita pada kemungkinan lain,” kata Dato Rida.

Tapi, bicara Pepy tentu tidak mungkin melepaskan diri dari tari. Ini dunia yang membesarkannya. Pepy sudah aktif menari sejak masih remaja.

Beberapa karya tarinya bahkan diakui secara nasional. Pada 2013 yang bersempena dengan helatan akbar Festival Sungai Carang, Pepy menunjukkan kebolehannya itu dengan berkolaborasi bersama penari internasional Eko Supriyanto.

”Napas berkaryanya panjang. Meski ia aktif politik, ia tetap punya waktu untuk memikirkan kesenian,” nilai Dato Rida.

Sejak dihelat pada 2016 silam, inilah kali pertama Anugerah Jembia Emas diberikan kepada seniman perempuan. Sebelumnya, anugerah kebudayaan ini diberikan kepada seniman laki-laki. Mulai dari Husnizar Hood, Aswandi Syahri, Abdul Malik, Abdul Kadir Ibrahim, dan Ramon Damora.

Pepy dijadwalkan menerima Anugerah Jembia Emas yang disejalankan dengan malam pembukaan Festival Sastra Internasional Gunung Bintan 2021 pada 24 September nanti di Tanjungpinang. (muf)

Tinggalkan Balasan